Karakteristik Tegangan Tembus Isolasi Cair dan Isolasi Udara pada Beberapa Perubahan Suhu dan Diameter Elektroda

  • I Made Dwi Harinata Universitas Negeri Gorontalo
  • Jumiati Ilham Universitas Negeri Gorontalo
  • Taufiq Ismail Yusuf Universitas Negeri Gorontalo

Abstract

Kegagalan isolasi adalah masalah yang sering terjadi dalam penyaluran energi listrik. Isolasi diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan agar tidak terjadi lompatan listrik. Apabila pada bahan dielektrik diberikan medan listrik yang melebihi kemampuannya maka isolasi akan mengalami tegangan tembus dan kerusakan peralan listrik sehingga kontinuitas kerja sistem terganggu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan tembus pada isolasi cair dan isolasi udara serta mengetahui pengaruh suhu dan diameter elektroda terhadap karakteristik tegangan tembus pada isolasi cair dan isolasi udara. Metode pengujian yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian yaitu menggunakan tegangan tinggi AC frekuensi 50 Hz dengan elektroda bola-bola dan elektroda bidang-bidang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil tegangan tembus minyak transformator dan isolasi udara sebelum diatur suhunya diperoleh nilai tegangan tembus minyak transformator pada elektroda bola-bola berdiameter 1,8 cm sebesar 33,79 kV, diameter 4,9 cm sebesar 36,58 kV, dan diameter 9,7 cm sebesar 39,07 kV, pada elektroda bidang-bidang berdiameter 1,4 cm sebesar 39,91 kV, diameter 4,8 cm sebesar 34,31 kV, dan diameter 16 cm sebesar 39,91 kV. Sedangkan tegangan tembus isolasi udara pada elektroda bola-bola berdiameter 1,8 cm sebesar 7,95 kV, diameter 4,9 cm sebesar 8,27 kV, dan diameter 9,7 cm sebesar 9,13 kV, pada elektroda bidang-bidang berdiameter 1,4 cm sebesar 7,93 kV, diameter 4,8 cm sebesar 8,25 kV, dan diameter 16 cm sebesar 9,25 kV. Setiap terjadi kenaikan suhu pada minyak transformator dan isolasi udara maka nilai tegangan tembus akan semakin menurun dan setiap bertambahnya ukuran diameter elektroda maka nilai tegangan tembus minyak transformator dan isolasi udara akan semakin meningkat.

Keywords: isolasi cair, isolasi udara, tegangan tembus, perubahan suhu, diameter elektroda

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daniel, S. Cristian, Syahrawardi. 2014. pengaruh kenaikan temperatur terhadap tegangan tembus udara pada elektroda bola terpolusi asam. Konsentrasi Teknik Tenaga Listrik, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU).

Garniwa, Iwa, Fritz, S. Jonathan. 2011. Analisis pengaruh kenaikan temperatur dan umur minyak transformator terhadap degradasi tegangan tembus minyak transformator. Departemen Teknik Elektro, Universitas Indonesia.

Prihatnolo, Sasmito Teguh. 2011. Pengukuran Tegangan Tembus Dielektrik Udara pada Berbagai Sela dan Bentuk Elektroda dengan Variasi Temperatur Sekitar. Teknik Elektro, Universitas Diponogoro, Semarang

Sanyongi, Hanung. Analisis mekanisme kegagalan isolasi pada minyak trafo menggunakan elektroda berpolaritas berbeda pada jarum bidang, Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Semarang

SPLN 49-1, “Minyak Isolasi”, Perusahaan Umum Listrik Negara, 1982.

Wibowo, Wahyu K. 2008. Analisis karakteristik breakdown voltage pada dielektrik minyak shell diala b pada suhu 300c-1300c. Jurusan Teknik Elektro Fakulta Teknik Universitas Diponegoro.

Published
2019-06-03
How to Cite
Harinata , I. M. D., Ilham, J., & Yusuf, T. I. (2019). Karakteristik Tegangan Tembus Isolasi Cair dan Isolasi Udara pada Beberapa Perubahan Suhu dan Diameter Elektroda. Jurnal Teknik, 17(1), 1-18. https://doi.org/10.37031/jt.v17i1.39
Abstract Views : 193 | Download PDF Views : 209