Studi Koordinasi Relai Arus Lebih dan Gangguan Tanah pada Penyulang Gardu Induk 20 kV Marisa

  • Andry E.P Ismail Universitas Negeri Gorontalo
  • Taufik Ismail Yusuf Universitas Negeri Gorontalo
  • Ervan Hasan Harun Universitas Negeri Gorontalo

Abstract

Pada sistem distribusi biasanya terjadi black out (sistem kelistrikan mati) diakibatkan karena kesalahan koordinasi antara pengaman penyulang masuk sebagai pengaman cadangan dengan salah satu penyulang keluar sebagai pengaman utama, sehingga jika di salah satu penyulang mengalami gangguan maka penyulang yang lainnya juga ikut terganggu. Untuk itu diperlukan koordinasi proteksi yang sensitif, cepat dan selektif pada penyulang masuk dan penyulang keluar. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan arus hubung singkat untuk melihat pengaruh panjang jaringan terhadap arus hubung singkat, serta menentukan setelan relai untuk mengetahui kondisi koordinasi antara pengaman penyulang keluar dengan penyulang masuk berdasarkan waktu kerja relai terhadap arus gangguan yang terjadi pada penyulang  Gardu Induk 20 kV Marisa Dari hasil penelitian didapat bahwa arus gangguan hubung singkat terbesar adalah arus gangguan 3 fasa di penyulang keluar MR 4 jika dibandingkan dengan penyulang keluar lainya. Kondisi koordinasi antara relai arus lebih (OCR) penyulang masuk MR 2.1 dengan relai arus lebih (OCR) penyulang keluar MR 1 dan MR 6 tidak begitu bagus, karena penyulang MR 1 dan MR 6 nilai arus gangguan di tengah-tengah jaringan lebih kecil dari setelan arus (Iset) OCR MR 2.1 sehingga membuat relai OCR MR 2.1 sebagai pengaman cadangan tidak dapat berkerja jika pengaman utama gagal berkerja pada saat terjadi gangguan hubung singkat di ujung jaringan. Sedangkan untuk koordinasi MR 2.1 dengan MR 3 dan MR 4 sudah bagus karena relai penyulang masuk dapat berkerja pada saat gangguan di ujung jaringan dan relainya tidak berkerja secara bersamaan. Adapun kondisi koordinasi antara relai gangguan tanah (GFR) penyulang masuk MR 2.1  dengan relai gangguan tanah (GFR) penyulang keluar MR 1, MR 3, MR 4, MR 6 sudah bagus karena gambar kurvanya tidak saling berpotongan sehingga relai tidak akan berkerja secara bersamaan dan memiliki waktu kerja relai yang cepat untuk memerintahkan  pemutus tenaga (PMT) berkerja.

Keywords: Perhitungan Arus Gangguan, Setelan Relai, Waktu Kerja Relai

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandi, I. 2009. Analisa Setting Relai Arus Lebih Dan Relai Gangguan Tanah Pada Penyulang Sadewa Di GI Cawang. Universitas Indonesia. Depok.

Dermawan, E. dan Nugroho. D. Analisa Koordinasi Over Current Relay Dan Ground Fault Relay Di Sistem Proteksi Feeder Gardu Induk 20 kV Jababeka. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jurnal Elektum Vol. 14 No. 2

Harun, E.H. 2013.Bahan Ajar Analisis Sistem Tenaga Listrik (Revisi 2013). Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo. Gorontalo

Sarimun, W. 2016. Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Edisi kedua. Garamond

Yusmartato. Ramayulis. dan A, Hasibuan. 2018. Penentuan Nilai Arus Pemutusan Pemutus Tenaga Sisi 20 KV pada Gardu Induk 30 MVA Pangururan. Journal of Electrical Technology. 3(4):53-58.

Published
2018-12-02
How to Cite
Ismail , A. E., Yusuf, T. I., & Harun, E. H. (2018). Studi Koordinasi Relai Arus Lebih dan Gangguan Tanah pada Penyulang Gardu Induk 20 kV Marisa. Jurnal Teknik, 16(2), 109-125. https://doi.org/10.37031/jt.v16i2.36
Abstract Views : 209 | Download PDF Views : 399